Minggu, 03 Oktober 2010

Zat aditif, racun dibalik makanan!
















Menikmati makanan lezat memang tidak salah. Apalagi dikategorikan sebagai dosa. Tetapi, menjadi salah ketika seseorang menjadikannya sebagai gaya hidup. Ya, gaya hidup yang tidak sehat. Nikmatnya sesaat, efeknya maut siap mengintai.
menikmati makanan lezaat merupakan keinginan setiap orang. Hampir semua orang diantara kita merindukan makanan lezat. Contoh sederhana, ketika keluar kota misalnya, orang selalu mencari informasi restoran atau tempat jajanan terkenal. Tujuannya satu, ingin menikmati makanan lezat yang tersedia. Ya, menyantap makanan lezat tidak dilarang apalagi dikategorikan dosa. Menikmati makanan lezat merupakan hak asasi setiap orang. Sesekali menikmati makanan lezat tidak jadi masalah. Namun bisa menjadi masalah serius ketika menjadikannya sebagai gaya hidup. karena dibaalik lezatnya makanan bahaya besar sedang mengintai. Di Indonesia kasus penggunaan bahan berbahaya dalam makanan sangat tinggi. 
Perhatikan saja, di negeri ini berulang kali terjadi keracunan makanan. Hal ini mengindikasikan bahwa makanan yang kita nikmati tidak selalu sehat. Ada kemungkinan makanan itu punya racun yang akan memperpendek usia manusia. Apalagi kini makanan tidak bisa dilepaskan dari berbagai bahan yang mengandung pemanis buatan, pengawet, pewarna serta penyedap rasa dan aroma. Nampaknya, makanan lezat yang kita nikmati di restoran atau pusat jajanan mana pun tidak bebas dari bahan-bahan tersebut. mengandung bahan-bahan berbahaya.
PEMANIS
Di negeri kita, perkembangan industri makanan yang menggunakan pemanis buatan berkembang pesat. Alasan mendasar adalah harganya lebih murah dibanding gula alami, gula tebu atau gula pasir (Nurheti Yuliati, Awas! Bahaya di Balik Lezatnya Makanan, 2007). Karena harganya lebih "miring" ada kecenderungan untuk beralih ke pemanis buatan.
Dalam buku yang sama, Nurheti mengatakan ada jenis pemanis makanan yang diizinkan. Pemanis yang diizinkan itu dibedakan atas dua jenis, pemanis alami yang sering digunakan untuk makanan adalah tebu dan bit. Kedua pemanis ini sering disebut sebagai gula alam atau sukrosa. Pemanis alami tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan.
Bagaimana dengan pemanis sintesis? Pemanis sintesis adalah pemanis buatan yang merupakan bahan tambahan yang dapat memberikan rasa manis pada makanan, tetapi tidak memiliki nilai gizi. Contohnya: sakarin, siklamat, aspartam, dulsim, sorbitol sintesis dan nitro-propoksi-anilin. Menurut peraturan menteri kesehatan RI nomor 208/ Menkes/ Per/IV/1985, diantara semua pemanis buatan hanya beberapa yang diizinkan penggunaannya. Pemanis buatan yang dimaksud adalah sakarin, siklamat dan aspartam dengan jumlah yang dibatasi atau dosis tertentu. Apabila jumlah dan dosisnya tidak dibatasi akan membahayakan kesehatan. Pembatasan dosisi ini dikenal dengan asupan harian yang dapat diterima atau disebut dengan istilah ADI (Acceptable Daily Intake).
PENGAWET
Pengawet merupakan salah satu bentuk bahan tambahan makanan (BTM). Pengawet dimaksud untuk menghambat ataupun menghentikan aktivitas mikroorganisme seperti bakteri, kapang dan khamir sehingga produk makanan dapat disimpan lebih lama.
Penggunaan pengawet non-makanan seperti salisitat, boraks dan formalin dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Ambil contoh, asam silisilat (aspirin). Pengawet ini sering ditemukan pada buah dan sayur. Pengawet ini merupakan antiseptik untuk memperpanjang masa keawetan. Bagaimana dengan formalin? Formalin adalah larutan komersial dengan konsentrasi 10-40% dari formaldehid. Biasanya, pengawet ini digunakan untuk mengawetkan mayat. Disamping itu boraks atau asam borat merupakan pembersih fungisida, herbisida dan insektisida. Jika pengawet ini digunakan oleh manusia, maka pengawet itu bersifat toksik atau meracuni.
PEWARNA
Pewarna makanan banyak digunakan untuk berbagai produk jajan pasar serta berbagai makanan olahan yang dibuat industri kecil, industri rumah tangga serta industri besar. Pewarna sintesis berpotensi menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan seperti rhodamin (pewarna merah) yang menimbulkan karsinogenik jika terakumulasi dalam tubuh. Salah satu ciri makanan yang menggunakan pewarna berbahaya adalah warnanya yang mencolok.
PENYEDAP RASA DAN AROMA
Penyedap rasa yang paling dikenal adalah MSG (Monosodium Glutamat). Penyedap ini dikenal juga dengan vetsin atau moto. Penyedap rasa ini banyak dicampur ke dalam berbagai jenis makanan terutama jajanan anak. Penyedap rasa sintesis dapat menimbulkan efek terhadap kesehatan.
Berdasarkan uraian diatas, jika kita cermati ternyata makanan lezat berpotensi menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Karena itu perlu berhati-hati dalam memlih makanan sehat dan berguna bagi kesehatan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting